About

 

Hacking Diri

Pada teknologi komputer, peretasan atau hacking adalah proses yang dilakukan oleh pembuat malware untuk menyerang sistem komputer atau jaringan.

Sedangkan hacking yang dibahas dalam kajian makrifat hacker adalah proses yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang mempunyai kapabilitas memasuki sistem dan jaringan kemanusiaan. Baik itu jasadi atau rohani pada diri manusia untuk mengetahui segala vulnerability yang ada pada manusia yang menjadi target.

 

Siapakah pelaku hacking ?

Seorang hacker pada komputer adalah individu yang menggunakan komputer, jaringan, atau keterampilan lain untuk mengatasinya masalah teknis. Istilah hacker mungkin merujuk kepada siapa saja dengan keterampilan teknis.

Tetapi sering kali mengacu pada seseorang yang menggunakan kemampuannya untuk mendapatkan akses tidak sah ke sistem atau jaringan untuk melakukan kejahatan.

Dalam kajian makrifat hacker, seorang hacker diri menggunakan al-‘ilmu untuk memasuki sistem dan jaringan kemanusiaan dengan kapabilitasnya. Ada yang memasukinya secara legal alias dengan izin sang target ada yang ilegal alias tanpa seizin sang target.

Pada komputer dan jaringannya seorang peretas dapat, misalnya, mencuri informasi, pencurian identitas, merusak atau menjatuhkan sistem dan, seringkali, memegang sistem itu sebagai sandera untuk mengumpulkan uang tebusan.

Pada diri manusia seorang hacker diri dapat mencuri informasi dengan tanpa diketahui sang target, kemudian mencuri data identitas, merusak atau menjatuhkan sistem kemanusiaan.

Dan seringkali memegang sistem kemanusiaan itu kemudian menjadikannya sandera untuk dijadikan sebagai pion pemenuhan keinginan dan hasrat.

Istilah hacker pada komputer dan jaringan secara historis telah memecah belah, kadang-kadang digunakan sebagai istilah kekaguman bagi seseorang yang menunjukkan keterampilan tingkat tinggi. Serta kreativitas dalam bidangnya pendekatannya terhadap masalah teknis.

Namun, istilah ini lebih umum diterapkan pada individu yang menggunakan keterampilan ini untuk tujuan ilegal atau tidak etis. Secara historis kemanusiaan, sang hacker diri telah terpecah kepada yang membuahkan kekaguman dan kebaikan, dan yang membuahkan malapetaka dan keburukan.

 

Pembagian

Komunitas keamanan atau security community komputer dan jaringan secara informal menggunakan referensi warna topi sebagai tipe yang berbeda, hacker diidentifikasi, biasanya dibagi menjadi tiga jenis: topi putih (white hat), topi hitam (black hat),dan topi abu-abu (grey hat).

Komunitas keamanan manusia dan kemanusiaan yang dalam kajian makrifat hacker dikenal dengan sebutan jama’ah wali autad secara isyarat menggunakan juga identifikasi terhadap para hacker diri, pembagiannya secara global seperti di atas, white hat hacker al-insaniyah, black hat hacker al-insaniyah, dan grey hat hacker al-insaniyah.

Peretas topi putih atau white hat hacker pada komputer dan jaringan, yang juga dikenal sebagai peretas etis, berupaya beroperasi dengan cara terbaik di masyarakat secara menarik untuk kebaikan daripada menciptakan kekacauan.

Banyak peretas topi putih bekerja melakukan penetrasi pengujian, disewa untuk mencoba masuk ke jaringan perusahaan untuk menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan.

Kemudian membantu pelanggan mereka mengurangi masalah keamanan sebelum peretas kriminal dapat mengeksploitasi mereka.

Peretas topi putih atau white hat hacker pada sistem atau jaringan manusia dan kemanusiaan, yang juga dikenal sebagai peretas etis. Atau dikenal juga dengan sebutan mentor atau Mursyid atau guru rohani atau guru spiritual, dan sebutan lainnya yang semakna.

Mereka berupaya beroperasi dengan cara terbaik di masyarakat, secara menarik untuk kebaikan daripada menciptakan kekacauan.

Banyak para mursyid  bekerja melakukan penetrasi pengujian terhadap manusia dan kemanusiaan. Dimohon pertolongannya untuk mencoba masuk ke jaringan kemanusiaan untuk menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan.

Kemudian membantu para manusia mengurangi masalah keamanan diri, baik diri jasadi maupun diri rohani, sebelum peretas diri yang zhalim dapat mengeksploitasi mereka.

Peretas topi hitam pada komputer dan jaringan dengan sengaja mendapatkan akses tidak sah ke jaringan dan sistem dengan niat jahat.

Apakah akan mencuri data, menyebarkan malware atau mengambil keuntungan dari ransomware, merusak atau merusak sistem atau karena alasan lain – termasuk mendapatkan ketenaran.

Peretas topi hitam adalah penjahat dengan definisi karena mereka melanggar hukum terhadap akses sistem tanpa otorisasi, tetapi mereka juga dapat terlibat dalam kegiatan ilegal lainnya, termasuk pencurian identitas dan mendistribusikan DDOS.

Yang masuk ke kategori Black Hat Hacker itu seperti cracker, pisher, spammer, sniffer, dll. Karena  artikel ini bukan bahasan kesitu, mungkin di artikel lainnya nanti atau kelak.

Dalam kajian makrifat hacker, peretas topi hitam pada manusia dan kemanusiaan dikenal dengan sebutan Az-zhalimin jika berkelompok atau Azh-zhalim jika sendirian, dikenal juga dengan sebutan Al-mustadriju. 

Mereka dengan sengaja mendapatkan akses tidak sah ke jaringan kemanusiaan dan sistemnya dengan niat jahat.

Apakah akan mencuri data jasadi dan data rohani diri dalam berbagai lapisannya (mengenai tujuh lapis diri silahkan baca artikel saya yang berjudul 7 Lapis Diri ).

Menyebarkan malware ke dalam jaringan kemanusiaan atau mengambil keuntungan dari ransomware. Merusak jaringan atau merusak sistem kemanusiaan termasuk mendapatkan ketenaran.

Sang Al-mustadriju adalah penjahat dengan definisi karena mereka melanggar hukum kemanusiaan terhadap akses sistem manusia dan kemanusiaan tanpa otorisasi.

Tetapi mereka juga dapat terlibat dalam kegiatan ilegal lainnya, termasuk pencurian identitas jasadi dan rohani dalam tiap lapis diri dan mendistribusikan DDOS dan melancarkan SQL Injection. Mengenai SQL Injection baca artikel saya yang berjudul Makrifat SQL Injection

Untuk bahasan DDOS semoga saya bisa membahasnya pada artikel berikutnya. 

Yuk lanjut…

Peretas topi abu-abu ada di antara peretas topi putih dan peretas topi hitam. Sementara motif mereka mungkin mirip dengan peretas topi putih, topi abu-abu lebih mungkin daripada peretas topi putih untuk mengakses sistem tanpa izin. Pada saat yang sama, mereka lebih banyak kemungkinan daripada peretas topi hitam untuk menghindari melakukan kerusakan yang tidak perlu pada sistem yang diretas.

Meskipun mereka biasanya tidak – atau hanya – termotivasi oleh uang, peretas topi abu-abu dapat menawarkannya memperbaiki kerentanan yang mereka temukan melalui aktivitas mereka sendiri, tanpa izin, dan bukan menggunakan pengetahuan mereka untuk mengeksploitasi kerentanan untuk keuntungan ilegal.

Dari wejangan sepuh, grey hat hacker al-insaniyah terbagi kepada 2; yang berada dibawah naungan majelis white hat hacker al-insaniyah atau jama’atul mursyid fil ardh dan yang berada dibawah naungan majelis black hat hacker atau jama’atul mustadrij fil ardh.

Para mursyid grey ini kadang melakukan hacktivity dengan tanpa izin alias ilegal akan tetapi dengan tujuan pelacakan saja bukan tujuan merusak, mereka kadang membantu dengan tanpa diminta, tanpa sebab, tanpa dikenal.

Penampilan mereka ada yang seperti orang gila, pengemis, gembel, dan penampilan-penampilan yang penuh ketak-sedapan lainnya.

Dalam sejarah tasawuf sunni contoh mursyid grey itu seperti Ibrahim Al-uryan, Rabi’ah Al-adawiyah, Syams At-tabriz, Hallaj, Abu Yazid Al-bustami,dll.

Dalam kalangan irfan Syi’ah ada mursyid grey seperti Bahlul si orang gila, sedikit yang tau bahwa si orang gila ini adalah sahabat dua Imam AS dan juga berasal dari Bani Hasyim, alias dia habib kalau dalam istilah fiqih dia masuk ke golongan ahlul bait kedua yang haram menerima zakat dan sedekah ( wessh kayak ustadz 👳🏻‍♀️).

Dia bernama lengkap Abu Wahab Bahlul bin ‘Amru bim Al-mughirah bin Al-’ abbas bin Muhammad bin ‘Ali bin’ Abdullah bin Al-’abas bin’ Abdul Muthalib bin Hasyim, yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Wahab Bahlul bin ‘Amru Ash-shairafiy Al-hasyimi Al-’ abasiy Al-kufiy. ,Sahl bin Ziyad, dll.

Dari agama dan keyakinan lain banyak, tapi itu bagian yang punya bagian (hayo yang punya bagian baca gak ?) Lanjut …

Berhubung mursyid grey ini berada dibawah naungan majelis mursyid white maka tujuannya sama dengan mursyid white yaitu ifsu rahmah ila wa fi wa bi al-‘alamin.

Azh-zhalim atau Al-mustadriju type grey ini karena dia berada dalam naungan majelis black hat al-insaniyah maka hacktivity mereka memang bertujuan dan bermodus sama dengan para black hat.

Bedanya golongan ini dengan mursyid grey,  penampilan golongan ini jungkir balik dengan golongan mursyid grey. Jika golongan mursyid grey banyak yang berpenampilan dengan nilai sejumpluk, seuprit, sepocel, secuplik atau secipluk.

Maka golongan Al-mustadrij grey ini malah berpenampilan sebongkah, ada yang berpenampilan agamis dan spiritualis, jangan salah banyak dari golongan mereka yang menjadi ustadz, ulama, kyai, habib, sayyid, buya, gus, cak, aceng, dll.

Tapi itu penampilan mereka saja, alias topeng saja, sebagai pelancar dalam melancarkan hacktivity mereka, salah satu hacktivity golongan grey ini dikenal dengan istilah istidraj. Tujuan mereka sama dengan majelis black hat.

Salah satu tujuan terkenal mereka adalah:

خَدَعه حتى أطاعه ، حمله على أن يفعل ما يريد بالإغراء أو الحيلة :- استدرجه إلى القتال / اللهو والمجون

Hayoo apa bacaannya … ?😂

Jadi

Begitulah sepocel ulasan tentang Makrifat Hacker. Setelah tau, makin waspada yah jangan sampe bermursyid pada Al-mustadrij hanya gara-gara kepincut penampilannya yang sebongkah dan seperangkat kata-katanya nan indah.

Jangan sampe jauh dari mursyid hanya karena dia ngomongnya ngocol dan seperti ngasal, bau baqo dan rambut gimbal. De el el del deee el el.

Yosh .. sekian dulu bahasan untuk kali ini. 

Semoga bermanfaat, semoga berbahagia, dan selamat bermursyid  …. cheers..☕

KLepus … whuUuZz


Sumber penjelasan dari sisi ilmu komputer dan jaringan berasal dari Syaikh Comodo.com dan ‘Allamah Techtarget.com .

 

 

Share the knowledge ✓